Rabu, 08 April 2020

LOVE AT FIRST SIGHT


PENGALAMAN BELAJAR PUISI CINQUAIN

            Kesempatan belajar menulis puisi Cinquain sebenarnya adalah “by chance”, tidak sengaja karena diberi tautan oleh teman yang mempunyai hobi menulis dan sudah banyak menghasilkan beberapa buku cerita anak, buku budaya dan terjemahan buku-buku cerita. Beliau adalah Tri Muryanti, seorang pengajar Bahasa Jawa di SMPN 2 Tarokan.
            Trigger yang diberikan saat itu adalah puisi Cinquain berjudul Batu karya Lis Widya Suryawinata. Pertama kali membaca, ada keterkejutan puisi dari Perancis kok pendek sekali hanya 5 baris. Pandangan pertama ini membawa perasaan “falling in love” dan akhirnya ikut kelas yang dipandu oleh Bapak Saiful Amri, Bapak Prawiro Dirjo, Bapak Anda Juanda dan Ibu Rosalina.
            Terus terang ini “blessing in disguise” nya si Covid-19, karena bekerja dari rumah dan banyak di rumah, akhirnya bingung cari aktivitas dan masuk ke dalam kelas puisi ini. Ikut di kelas teori asyik meski hanya lewat kelas whatsapp, hanya mengandalkan kekuatan tulisan, konsentrasi penuh tanpa bertatap muka dengan nara sumber.  Penjelasan yang diberikan gamblang, teori diikuti contoh, latihan membuat, dikurasi dan yang terakhir revisi.
            Yang menarik dari puisi yang dari 5 baris ini, yang menurut saya merupakan deskripsi sesuatu yang konkret yang ada di sekitar kita. Kalau saya hubungkan dengan pelajaran yang saya ampu, ada materi namanya teks deskripsi, yakni teks yang menggambarkan orang, benda maupun tempat. Puisi Cinquain dan teks deskriptif mempunyai persamaan dan perbedaan. Persamaannya menggambarkan sesuatu secara konkret, sedangkan perbedaanya di unsur bahasa yang digunakan.
            Puisi pertama kali yang saya tulis berjudul Kecombrang. Ide didapat ketika jalan jalan di kebun belakang, melihat bunga Kecombrang, timbul ide dan bergegas mengambil pena dan kertas. Semua puisi yang saya tulis berdasarkan hal-hal di sekitar ketika mengisi waktu Stay at Home. Tidak semua puisi yang saya tulis langsung diberi kata Sip dan Mantap oleh Ibu Rosalina. Ada beberapa puisi yang harus dikoreksi karena kesalahan di pemilihan sinonim dari judul yang diletakkan di baris terakhir.
            Pengalaman ini memunculkan ide untuk membawa puisi Cinquain ke dalam kelas Bahasa Inggris di saat pembahasan teks deskriptif, dengan tujuan membuat siswa tertarik dan memperkaya kosa kata mereka. Akhirnya terima kasih atas ilmu yang diberikan oleh para nara sumber. Semoga menjadi ilmu yang barokah dan oase di tengah merebaknya Covid-19. Matur suwun.


KECOMBRANG


Elok bungamu
Berdiri pongah sendiri
Hadirmu menambah sensasi hidangan
Bunga rempah eksotis





KROKOT
Indah rupawan
Tumbuh liar bertebaran
Sarat antioksidan dan vitamin
Gulma terabaikan








Tidak ada komentar:

Posting Komentar