SUGGESTOPEDIA DALAM KELAS BAHASA INGGRIS
Masihkah relevan dengan Jaman NOW?
Suggestopedia atau juga disebut Desuggestopedia adalah metode
pengajaran bahasa yang dikembangkan oleh ahli psikologi pendidikan dari
Bulgaria yang bernama Georgi Lozanov (Jack C. Richards and Theodore S. Rodgers,
2001:100). Metode ini berasal dari Suggestologi yakni ilmu yang berhubungan dengan
studi sistematis tentang pengaruh yang tidak rasional atau pengaruh di luar
kesadaran.
Lozanov dalam Richard
dkk (2001:100) yakin bahwa kecepatan pembelajaran
dengan metode Suggetopedia lebih cepat dibandingkan denagan metode biasa, yakni
25 kali lebih cepat tingkat akselerasinya. Lazanov berpendapat dalam belajar
siswa secara alamiah mengalami hambatan
psikologi dalam belajar. Hambatan ini berasal dari ketakutan siswa itu sendiri
karena tidak mampu mengerjakan dan adanya keterbatasan kemampuan belajar siswa
itu sendiri. Berangkat dari hal tersebut, Lazanov percaya bahwa siswa mungkin
hanya menggunakan 5% sampai 10% kemampuan mental mereka dan Lazanov juga yakin
bahwa otak dapat memproses dan menguasai banyak materi jika otak diberi kondisi
belajar yang optimal. Seperti yang dikatakan Larsen Freeman (1986:72) bahwa
kita bisa menggunakan cadangan mental dengan lebih baik jika kita menyingkirkan
keterbatasan yang selalu kita pikirkan.
Lozanov dalam Richard
dkk (2001:100) mengakui dalam metode Suggestopedia ada ikatan antara yoga dan
psikologi Soviet. Dari Yoga, Lozanov meminjam dan memodifikasi tehnik mengubah
kondisi kesadaran atau konsentrasi dan penggunaan napas berirama. Sedangkan
dari psikologi Soviet, Lozanov mengambil pendapat bahwa semua siswa dapat
diajar pada tingkat ketrampilan yang sama.
Berdasarkan penelitian
psikologi tentang tanggapan pancaindera, Lozanov mulai mengembangkan metode
pembelajaran bahasa yang berpusat menghilangkan hambatan yang berasal dari dalam diri siswa dan menciptakan semacam
kondisi pikiran yang santai yang akan mempermudah masuknya materi ingatan ke
dalam potensi yang maksimal.
Ada beberapa
karateristik dari metode Suggetopedia Larsen-Freeman (1986:84-86) .
1, Penggunaan musik
2.
Penataan ruang kelas
3. Pembelajaran Peripheral
4. Dorongan Positif
5. Visualisasi
6. Memilih Identitas Baru
7. Role Play
Tidak ada komentar:
Posting Komentar